Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

January 07, 2019

Mengenal Hawala Dalam Transaksi Narkotika

INDODRUGS - Transaksi Hawala memang merupakan transaksi yang jarang kita temukan khususnya di Indonesia, namun tidak di luar negeri. Hal ini dikarenakan transaksi hawala tersebut memang transaksi yang sangat bersifat rahasia yang menggunakan kepercayaan tingkat tinggi. 

Transaksi Hawala memang merupakan transaksi yang jarang kita temukan khususnya di Indonesia, namun tidak di luar negeri. Hal ini dikarenakan transaksi hawala tersebut memang transaksi yang sangat bersifat rahasia yang menggunakan kepercayaan tingkat tinggi.
Sumber gambar: www.bharian.com.my
Transaski hawala ini sangat memungkinkan disalahgunakan untuk kejahatan seperti pencucian uang ataupun pendanaan terorisme, namun sebenarnya Hawala juga bisa digunakan untuk hal-hal yang baik seperti pengiriman uang ke daerah atau Negara lain dengan waktu yang cepat dan biaya yang jauh lebih murah dari pada system remittan yang dipakai perbankan. Disamping itu, mata uang tidak harus mengalami konversi. 

Oleh karena itu hal-hal yang akan menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut adalah bagaimana transaksi hawala dilakukan serta pengaruh hawala di Indonesia khususnya terhadap tindak pidana terorisme dengan pengaruh “HAWALA” terhadap upaya pemberantasan tindak pidana terorisme di Indonesia?

Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif yang bersifat eksplanatoris, yaitu menjelaskan secara terperinci dan sistematis fakta-fakta sesuai dengan kerangka pemikiran deduktif dengan pengumpulan data melalui library research dan Penelitian Lapangan dalam hal ini adalah pengumpulan dan pencarian data dengan mendatangi secara langsung instansi-instansi yang berwenang dalam pemberantasan terorisme yakni Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Densus 88 Anti Terror, PPATK dan instansi lain yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti, juga individu-individu yang dianggap mengetahui praktek “HAWALA”, dengan mengadakan wawancara (interview) baik secara terbuka maupun dengan teknik tertutup seperti eliciting dalam intelijen.

Sumber: https://www.researchgate.net/publication/328239146_PENGARUH_TRANSAKSI_HAWALA_TERHADAP_TINDAK_PIDANA_TERORISME_DI_INDONESIA

January 28, 2016

BNN Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Sabu Sindikat Pakistan

Indodrugs - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Bea Cukai, Polri dan international law enforcement agency berhasil menggagalkan penyelundupan 100 kg sabu, Rabu (27/1) sekitar pukul 12.30 WIB. Dari kasus ini petugas telah mengamankan delapan orang tersangka yang diduga merupakan jaringan sindikat Pakistan di 3 lokasi berbeda yakni, Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Kedelapan tersangka diantaranya berinisial F (WN Pakistan), AM (WN pakistan), R (WN Pakistan), T (WN Pakistan), Y (WNI), TM (WNI), K (WNI), dan D (WNI). Selain 100 kg sabu petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa timbangan digital, 2 unit mobil box, 294 unit genset dan filter, serta uang valas dan rupiah sejumlah 700 juta.

Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan selama 6 bulan terhadap informasi adanya upaya penyelundupan Narkoba dari Guangzho, China ke Indonesia oleh sindikat Pakistan. Narkoba jenis sabu tersebut disembunyikan di dalam genset dan filter genset yang berjumlah 294 unit melalui pelabuhan Semarang. Aksi ini dikoordinir oleh tersangaka berinisial R (WN Pakistan) yang sudah beberapa tahun tinggal di Indonesia dan juga mempunyai istri berkewarganegaraan Indonesia.

Tersangka R diketahui bekerja sama dengan D (WNI) yang bertempat tinggal di Jepara untuk menyelundupkan Narkotika tersebut ke Indonesia melalui jalur laut. Setelah barang tiba di Semarang, selanjutnya barang dipindahkan ke sebuah gudang milik PT. JEPARAYA milik tersangka D yang bergerak di bidang meubleair. Sesaat setelah barang tiba di gudang dan dibongkar oleh R dan D petugas melakukan penyergapan dan ditemukan 100 kg sabu yang dimasukan ke dalam 294 genset, dimana masing-masing genset berisi 1,5 s/d 2 kg sabu. Rencananya sabu tersebut akan diedarkan ke seluruh Indonesia dengan disembunyikan di dalam meubleair.

Sindikat ini diduga dibiayai oleh seorang berinisial KM (WN Pakistan) yang juga terlibat dalam kasus TPPU kejahatan Narkotika dengan tersangka BOB (WN Nigeria) yang tertangkap di Jakarta. Sedangkan pengendali adalah NSZ yg berada di Karachi, Pakistan.

Atas perbuatannya para tersangka terjerat pasal 112, 114, dan 122 Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009 serta Undang-Undang TPPU dengan ancaman hukuman paling rendah 4 tahun dan maksimal hukuman mati.

BNN mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Bea Cukai dan Polres Jepara yang telah membantu dalam mengungkap kasus ini.

B/PR-6/I/2016/HUMAS

January 19, 2016

Ironis, Penegakan Hukum Narkotika Dilawan Warga

IndoDrugs - Narkotika tak bisa dibantah lagi merupakan kejahatan luar biasa yang memakan banyak korban jiwa. Namun, disayangkan ketika penegak hukum melaksanakan tugas penindakan terhadap para penjahat narkotika, masyarakat justru melakukan perlawanan.

Hal ini menjadi atensi Kepala BNN, Budi Waseso saat memberikan arahan dalam Seminar Nasional bertema Peran Pemuda dan Praktisi Pendidikan dalam Mensosialisasikan dan Mencegah Penyalahgunaan Narkoba dan Mempersiapkan Generasi Muda yang Berdaya Saing Untuk MEA, di sebuah hotel di Medan, Selasa (19/1).

Kepala BNN menegaskan bahwa narkotika itu adalah musuh bersama yang seharusnya diperangi oleh segenap elemen bangsa. Hal ini perlu disadari bersama karena narkotika telah meracuni dan menghancurkan produktivitas generasi bangsa.

SAY NO TO DRUGS..!

Selain kejadian perlawanan warga pada aparat hukum yang terjadi kemarin, Kepala BNN juga prihatin dengan kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya maksimal terhadap korban dari penyalahgunaan narkotika.

“Korban aksi terorisme mendapat perhatian seluruh orang Indonesia, namun korban narkotika yang berjumlah 30-40 orang perharinya belum mendapatkan atensi yang besar dari masyarakat Indonesia”, imbuh Budi Waseso.

Senada dengan hal ini, Plt Gubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi juga mengungkapkan ekspekstasinya agar masyarakat sadar dan berperan dalam menanggulangi masalah narkotika di daerahnya.

“Ini bukan masalah satu pihak saja, karena narkotika adalah masalah kita bersama dan tanggung jawab kita semua”, tandas Erry di hadapan peserta seminar nasional tersebut. (BNN)

Lelaki “Maco” Terlibat Jaringan Narkotika Internasional

IndoDrugs - Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus dua orang laki-laki yang terlibat jaringan narkotika internasional. Salah satu tersangka diantaranya adalah “maco’, alias mantan copet di kawasan Jakarta. Dari keduanya, BNN menyita barang bukti sabu seberat 1.076 gram.

Kasus ini berhasil dibongkar berkat adanya informasi tentang pengiriman sabu dari Thailand ke Palembang via jalur udara. Pada tanggal 24 Desember 2015, paket tersebut tiba di Palembang dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas Bea dan Cukai Kantor Wilayah Pabean Palembang.

Selanjutnya Bea dan Cukai berkoordinasi dengan BNN yang selanjutnya melakukan pengembangan atas kasus ini. Petugas BNN kemudian melakukan controlled delivery untuk membekuk penerima barang tersebut.

Pada tanggal 29 Desember 2015, petugas BNN akhirnya berhasil menciduk dua orang tersangka yang menjadi penerima paket tersebut, di sebuah tempat di Jalan Raya Pantai Selatan 2 PIK, Penjaringan Jakarta Utara. Kedua tersangka masing-masing diidentifikasi berinisial BN (laki-laki, wiraswastawan, 32 th) dan HG (laki-laki, mantan copet 33 th,).

Dari pengakuan BN, ia menjalankan aksi atas perintah seseorang WNA Nigeria. Ia ditugaskan berangkat ke Bangkok, Thailand pada tanggal 20 Desember 2015. Saat tiba di Bangkok, ia menerima sabu dari seseorang dan ia langsung mengirimkannya kembali melalui kargo. Sabu ia masukkan melalui kursi roda dan alat pijat kaki dengan total keseluruhan 1.076 gram. Setelah mengurus pengiriman sabu dari perusahaan kargo di Bangkok, ia langsung meluncur ke Jakarta.

Setibanya di Jakarta, BN dan HG bersiap untuk menerima barang tersebut di daerah Pantai Indah Kapuk. Rencananya sabu tersebut akan diserahkan kepada KO (DPO) yang kini masih dalam pencarian petugas. Jika kedua tersangka ini bisa menyerahkan sabu itu pada KO, mereka dijanjikan mendapatkan upah sebesar Rp 10 juta.

Menurut pengakuan BN, dirinya pernah melakukan perjalanan ke India untuk melakukan tugas serupa, yaitu mengambil sabu. Sementara itu, HG terlibat dalam bisnis haram ini setelah ia dikenalkan kepada anggota sindikat narkotika oleh temannya yang juga tukang copet.

Atas perbuatannya, BN dan HG dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), pasal 113 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (
Siaran Pers BNN)

January 06, 2016

Lihatlah ini! Masih Mau Merokok?



Masih mau merokok???

Yang untung perusahaan rokoknya euy.. pemiliknya keliling dunia, pakai mobil super mewah, asset dimana-mana yang merokok sakit aja harus berobat dengan biaya sendiri..

Pria ini sambil memegang jantungnya sendiri yang telah diganti/transplantasi (cangkok) berkata kepada media setelah sembuh dan sukses dalam menjalani operasinya:

"Saya bersyukur masih diberikan kesempatan kedua untuk bisa tetap hidup. Mulai sekarang saya tidak akan merokok dan minum alkohol lagi dan saat ini saya akan ikut mengkampanyekan hidup bebas rokok dan alkohol agar semakin banyak orang dapat hidup sehat dan tak perlu mengalami pengalaman yang begitu menyakitkan seperti saya akibat kerusakan jantung yang saya alami karena kebiasaan buruk saya di masa lampau!!!"

Sayangi hidupmu, karena begitu banyak orang mencintaimu. Jauhi rokok dan alkohol sekarang juga sebelum semua terlambat.

Renungkanlah dan bantu share, semoga sedikit demi sedikit para perokok disekitar anda bisa bersyukur dan sadar bahwa hidup itu sangat berharga. (Sumber: portalpiyungan).

Berhenti merokok sebenarnya sangat gampang kalau ada niat dalam diri. 
Bagi pecandu, merokok adalah obat mujarab untuk membunuh kesepian dan kecanduan, sebaliknya bagi sebagian orang dianggap membawa mudarat yang lebih besar daripada manfaat.

Namun, bagi Anda yang ingin berhenti merokok dan memerlukan tips untuk berhenti merokok, berikut kiat-kiat bercerai dengan rokok.

September 08, 2015

Tujuh Pesan Kapolri Kepada Kepala BNN Baru

Pelantikan Kepala BNN Komjen. Pol. Budi Waseso oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Drs. Badrodin Haiti

SAYA SELAKU KAPOLRI, ADA BEBERAPA HARAPAN DAN MASUKAN YANG PERLU DIREALISASIKAN OLEH KEPALA BNN YANG BARU.

BERIKUT TUJUH PESAN KAPOLRI JENDERAL POLISI Drs. BADRODIN DALAM SAMBUTAN UPACARA PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN JABATAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL;

1. IMPLEMENTASIKAN SECARA OPTIMAL PELAKSANAAN INPRES NO 12 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA;

2. TERUS TINGKATKAN INTENSITAS PELAKSANAAN KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) SECARA MASIF MELALUI PENGGUNAAN MEDIA CETAK, MEDIA ELEKTRONIK, KESENIAN TRADISIONAL DAN UPAYA SOSIALISASI LAINNYA TERHADAP SELURUH LAPISAN MASYARAKAT;

3. LAKUKAN TERUS BERBAGAI UPAYA UNTUK MENAMBAH JUMLAH FASILITAS PANTI REHABILITASI DAN INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR (IPWL);

4. LAKSANAKAN SUPERVISI DAN ASISTENSI P4GN, YANG TELAH DIINSTRUKSIKAN KEPADA SELURUH GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA DI SELURUH INDONESIA AGAR BERPERAN AKTIF DALAM PELAKSANAAN P4GN DI WILAYAH MASING – MASING;

5. OPTIMALKAN UPAYA PENGUNGKAPAN DAN PENINDAKAN SECARA TEGAS TERHADAP PARA PELAKU DAN PENGEDAR NARKOTIKA AGAR DAPAT MENIMBULKAN EFEK JERA BAGI PELAKU. LAKUKANPRESS RELEASE AGAR MASYARAKAT MENGETAHUI SETIAP PENGUNGKAPAN KASUS NARKOTIKA YANG TELAH DILAKSANAKAN OLEH BNN;

6. PERKUAT KOORDINASI DAN KERJASAMA DENGAN KEMENTERIAN, POLRI, LEMBAGA PEMERINTAH NON - KEMENTERIAN, PEMERINTAH DAERAH, SERTA BANGUN KEMITRAAN YANG SEMAKIN INTENS DENGAN TOKOH AGAMA, TOKOH MASYARAKAT, LSM SERTA KOMPONEN MASYARAKAT LAINNYA, SEHINGGA SEMUA KEKUATAN TERSEBUT MENJADI MITRA YANG DAPAT MENDUKUNG SELURUH PROGRAM BNN;

7. DORONG UPAYA PENGUATAN KELEMBAGAAN BNN HINGGA DI TINGKAT DAERAH, SEIRING DENGAN PERKEMBANGAN KERAWANAN DAN POTENSI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA PADA BERBAGAI WILAYAH DI INDONESIA.

Sumber: Pressrelease Humas BNN Nomor B/PR-106/IX/2015/HUMAS, 8 September 2015 

July 08, 2015

Waspadalah! Ketika Narkotika Menyelusup Dalam Segala Sendi Negara

Sejumlah polisi dan aparat penegak hukum ditangkap. Mereka terlibat dalam kasus suap dan pencucian uang dari salah seorang bandar besar heroin yang tak lain bekas sopir dari pimpinan gangster setempat yang dikenal berdarah dingin. Motif suap dan pencucian uang hasil transaksi barang haram itu apalagi kalau bukan untuk \\\'melegalkan\\\' bisnis heroin dan melanggengkan peredaran di pasar gelap narkotika. Pengungkapan lingkaran narkotika itu sendiri berkat kerjasama sang detektif Richie Roberts (Russel Crowe) dengan sang bandar itu sendiri, Frank Lucas (Denzel Washington).

Sedikit cuplikan film garapan Ridley Scott yang dirilis 2007 lalu dengan latar Kota Harlem, New York, akhir 1960-an, \\\'American Gangster\\\'. Film tersebut menggambarkan bagaimana seorang bandar yang menafkahi hidupnya dari transaksi narkotika mampu menguasai hukum yang ada di wilayah tersebut. Tak tanggung, bandar menggunakan fasilitas militer dalam pengiriman heroin dari produsennya langsung di Vietnam ke Amerika, guna memotong langsung distribusi narkotika dan mendapatkan kualitas wahid heroin.

Indonesia sendiri saat ini masih menjadi pasar empuk peredaran narkotika, baik dari jumlah pengguna maupun harga di pasaran gelap. Dalam wawancara detikcom dengan salah satu bandar yang ditangkap BNN dan akhirnya dieksekusi mati beberapa waktu lalu, Adami Wilson alias Abu, disebutkan pasaran sabu per kilo mencapai Rp 160-an juta<\/a>, jauh dari pasaran di Jepang yang tidak menyentuh harga Rp 100 juta sama sekali. Faktor itulah yang menjadi salah satu alasan bandar-bandar Internasional menyasar Indonesia sebagai pasar peredaran narkotika.

Serupa dengan Frank Lucas, uang panas narkotika yang tidak terhitung jumlahnya juga digunakan untuk membungkam penegak hukum dalam menjalankan bisnis narkotika, mirisnya beberapa diantaranya berada di bagian yang seharusnya menjadi instrumen pemberantasan narkotika. Sebut saja bekas Wakil Direktur (Wadir) Direktorat Narkoba Polda Sumut, AKBP Apriyanto Basuki, yang diketahui mengkonsumsi Happy Five di sebuah klab malam di Sumut medio Februari 2012 lalu.

Yang teranyar adalah seorang brigadir K yang bertugas di Direktorat Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri. Satuan Narkoba Polres Jakarta Pusat menangkapnya di sebuah diskotek di bilangan Jakarta Utara. Polisi menemukan sejumlah barang bukti, yaitu 150 butir ekstasi di saku kiri dan 560 butir lainnya di tempat lain. Ada juga alat timbang digital dan sebuah alat hisap sabu. Miris!

Serupa dengan Frank Lucas, uang panas narkotika yang tidak terhitung jumlahnya juga digunakan untuk membungkam penegak hukum dalam menjalankan bisnis narkotika, mirisnya beberapa diantaranya berada di bagian yang seharusnya menjadi instrumen pemberantasan narkotika. Sebut saja bekas Wakil Direktur (Wadir) Direktorat Narkoba Polda Sumut, AKBP Apriyanto Basuki, yang diketahui mengkonsumsi Happy Five di sebuah klab malam di Sumut medio Februari 2012 lalu.

Yang teranyar adalah seorang brigadir K yang bertugas di Direktorat Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri. Satuan Narkoba Polres Jakarta Pusat menangkapnya di sebuah diskotek di bilangan Jakarta Utara. Polisi menemukan sejumlah barang bukti, yaitu 150 butir ekstasi di saku kiri dan 560 butir lainnya di tempat lain. Ada juga alat timbang digital dan sebuah alat hisap sabu. Miris!

\\\"Harusnya nangkep kok malah membawa,\\\" ketus Kadiv Humas Polri, Irjen Suhardi Alius<\/a>, kepada detikcom, Jumat (22\/3) pekan lalu.

Hasil rupiah yang aduhai dari penjualan narkotika tentu mampu membuat bandar melakukan apapun untuk melindungi sel-sel atau kaki tangannya dalam peredaran. Dalam hal ini uang memegang kendali, tidak peduli nyawa yang harus dibayar karena menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

\\\"Bandar juga membunuh orang, seperti genosida, dia membunuh banyak orang secara perlahan,\\\" tegas Kordinator Tim Pembela Muslim (TPM) Achmad Michdan<\/a>, dalam wawancara dengan detikcom terkait eksekusi mati gembong narkotika Adami Wilson belum lama ini.

Empat tahun lalu Korps Adhyaksa digemparkan dengan kasus penggelapan barang bukti 300 butir pil ekstasi yang dilakukan jaksa dari Kejari Jakarta Utara Esther Tanak. Terbaru dan juga menggemparkan adalah adanya dugaan korting vonis seumur hidup gembong narkotika Hengky Gunawan menjadi 15 tahun penjara. Belakangan vonis tersebut dipotong kembali menjadi 12 tahun penjara. Hakim Agung Ahmad Yamani yang ikut memutus upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) pun akhirnya harus turun dari kursi di Mahkamah Agung. 

Putusan mengejutkan di tingkat PK juga diberikan kepada Hillary K Chimize. Gembong dari sindikat narkoba nigeria ini lolos dari hukuman mati dan divonis 12 tahun penjara. Namun, lagi-lagi Hillary dicokok di dalam lapas di Nusa Kambangan oleh BNN beberapa hari lalu.

Lebih jauh lagi, Meirika Franola alias Ola lolos dari eksekusi mati setelah mengajukan grasi ke Presiden. Meski pernah dijerat kasus narkotika, belakangan kurir narkotik internasional ini kembali bermain di dalam Lapas Tangerang.

Ruang gerak bandar makin leluasa meski berada di balik penjara. Hukum seperti mandul meski dengan ancaman mati. Kendali uang hasil peredaran narkotika tak dipungkiri bisa menyusup ke segala sendi aktivitas dan bersimbiosa, baik teror atau politik sekalipun.

Simbiosa sindikat narkotika dengan kelompok bersenjata terjadi dalam kasus Fadli Sadama. Fadli merupakan tokoh kunci kelompok teroris yang mendanai pembelian senjata dari Thailand dari hasil penjualan narkotika. Kelompok Fadli yang mengotaki penyerangan Mapolsek Hamparan Perak.

\\\"Tidak tertutup kemungkinan aktivitas yang menghalalkan segala cara, maka uang narkoba masuk di situ,\\\" kata Deputi Pemberantasan Narkotika BNN, Irjen Benny J Mamoto, saat disinggung mengenai dugaan uang hasil narkotika menyusup ke ranah politik, Rabu kemarin.

Kelahiran UU No. 35\/2009 tentang Narkotika menjadi solutif dalam upaya penanganan barang haram di Indonesia. Ditambah lagi lahirnya UU No. 8\/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang makin memberikan kewenangan penelusuran aliran hasil narkotika. Peraturan \\\'Sapu Jagat\\\' yang lahir dari tindak pidana narkotika ini tentu diharapkan dapat membongkar siapa penerima dan menikmati jatah transaksi narkoba, termasuk aparat hukum itu sendiri. Tanpa pandang bulu.

\\\"Setiap orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan dengan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah),\\\" bunyi Pasal 5 UU No 8\/2010. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) salah satunya adalah narkotika.

Singkat kata, bahaya narkotika mengancam siapa saja. Simbiosis mutualisme narkotika dan senjata menjadikan ancaman di depan mata. Apalagi menyatu dengan kuasa bak melihat bahaya narkotika dengan sebelah mata, tak peduli generasi sengsara terjerembab narkoba. Tak peduli petaka asal kaya raya.

\\\"Yang Muda Mabuk, Yang Tua Korup
Korup Terus, Mabuk Terus
Jayalah Negeri Ini, Jayalah Negeri Ini\\\"<\/em>


(detik.com)

June 02, 2015

Hati-hati, Dua Jenis Permen Ini Mengandung Ganja

IndoDrugs - Twixed dan Munchy adalah dua jenis permen yang mengandung ganja dan dijual secara legal di apotik ganja medis di negara seperti Colorado, Washington, Alaska dan Oregon. Robert MacCoun, seorang profesor di Stanford Law School mengatakan, produk ini bisa saja sangat membahayakan kesehatan anak-anak karena kemasannya menyerupai permen yang banyak digemari anak-anak.

“Ada kekhawatiran bahwa anak-anak akan menemukan produk ini dan memakannya, berpikir itu adalah permen biasa. Ini bisa menjadi pengalaman yang sangat traumatis, dan bahkan ada beberapa indikasi berbahaya bagi fisik anak-anak,” tutur MacCoun, seperti dilansir Livescience.com.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan adanya kasus keracunan makanan pada anak-anak tak lama setelah permen ganja ini dilegalkan. Kebanyakan dari anak-anak tersebut terpaksa harus menjalani perawatan medis.

Bahaya lainnya timbul dari kandungan THC (tetrahydrocannabinol, zat yang menghasilkan efek melayang-layang) yang lebih tinggi 4-5 kali dari batas aman yang berimbas pada tubuh. “Pada dosis tinggi, THC dapat menimbulkan serangan kecemasan serius dan gejala psychotic-like (ganguan psikologis, red),” terang MacCoun.

Dengan menyadari potensi bahayanya, sebuah studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine oleh MacCoun dan rekan sejawatnya Michelle Mello, menulis agar mengurangi potensi bahaya dari permen ganja tersebut dengan mengubah kemasan produk tidak menyerupai kemasan permen, makanan atau minuman serta harus dibubuhi label dan peringatan agar dijauhkan dari jangkauan anak-anak. “Ini adalah langkah yang masuk akal, tetapi tak sepenuhnya melindungi anak-anak,” terang MacCoun.

Bila hal ini tidak diperhatikan, maka legalisasi permen ganja ini akan berimbas pada rusaknya masa depan generasi mendatang. Dan bagi setiap orang tua sepatutnya memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi anak-anak Anda. 

Oleh karena itu, hati-hati jenis permen yang mengandu ganja. (sumber: jawaban.com)

May 21, 2015

Indonesia Darurat Narkoba!

Dini hari di bulan Januari 2015, regu tembak akhirnya melepaskan tembakan ke jantung enam terpidana narkoba yang sudah lama divonis mati. Eksekusi tersebut merupakan merupakan genderang perang Negeri ini terhadap narkoba. Suatu keprihatinan, namun harus dilaksanakan.

Indonesia darurat narkoba! Hal yang berulang kali disampaikan oleh Presiden Joko Widodo kepada media. Ya, Indonesia sudah masuk kategori darurat narkoba dengan angka pengguna narkoba yang cukup tinggi. Berdasarkan data Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia dengan BNN tahun 2014, sebanyak 33 orang meninggal setiap harinya dengan jumlah pengguna sebanyak kurang lebih 4 juta jiwa.

Kementerian Keuangan tentunya mendukung gerakan darurat narkoba di tanah air. Dalam hal ini, Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) berdiri di garda terdepan dalam menghadang penyelundupan narkoba. DJBC berperan sebagai community protector, border protection di entry point, serta controlled traffics goods. Di dalamnya, terdapat peran pengawasan dan pencegahan pada masuknya narkotika, psikotropika dan prekursor (NPP melalui jalur darat, air dan udara.

Peran penting DJBC ini memang tidak banyak disorot kamera di media. Namun keberhasilannya tak lagi diragukan. Tidak banyak yang mengetahui, lima dari enam terpidana narkoba yang divonis mati Januari lalu merupakan tangkapan petugas DJBC. Terpidana atas nama Rani Andriani, Namaona Denis, Marco Archer Cardoso Moreira, dan Daniel.

Enemuo merupakan tangkapan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Soekarno Hatta kurun waktu tahun 2000 hingga 2004. Selain itu, terpidana atas nama Tran Thi Bich Hanh merupakan tangkapan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Surakarta tahun 2011.

Upaya penggagalan kasus penyelundupan narkoba oleh DJBC terus ditingkatkan. Untuk itu, DJBC memiliki laboratorium dan unit anjing pelacak khusus. DJBC memiliki tiga laboratorium utama bernama Balai Penelitian dan Identifikasi Barang (BPIB), masing-masing di Jakarta, Medan, dan Surabaya. Sedangkan unit anjing pelacak memiliki total 58 ekor anjing dan jumlah handler (perawat) K9 aktif mencapai 44 orang. 

Kendati upaya menghadang penyelundupan narkoba dan penindakan hukumnya, upaya sosialisasi akan bahaya penyalahgunaan narkoba ke seluruh lapisan masyarakat juga tidak boleh dikesampingkan. Hal ini harus berjalan secara simultan, sehingga para pelaku penyelundupan dan bandar narkoba gulung tikar. Terakhir, juga harus dilakukan sosialisasi ke masyarakat internasional bahwa Indonesia anti narkoba dan akan tegas menindak pelakunya. Selanjutnya

May 19, 2015

Tergoda Rupiah, Perempuan Indonesia Kembali Jatuh di Pelukan Sindikat Nigeria

Lirik lagu nyanyian Swaddhitra. Dipikir-pikir jaman sekarang betapa sulit mempertahankan harga diri hanya karena uang Uang. Korban-korban telah berjatuhan yang haram pun kadang dihalalkan semata hanya untuk uang Uang...oh.

Kali ini, karena uang. Seorang warga negara Indonesia menjadi bandar narkoba karena dipedaya uang. "Uang memang tidak bisa berbicara, tapi karena uang banyak manusia salah jalan."
Ilustrasi: Cara Pegang Uang - sumber: google
Seperti dirilis oleh BNN, perempuan Indonesia kembali diperdaya pria Nigeria untuk menjadi ujung tombak peredaran narkoba di negeri ini. SA (45) dan AN (34) diamankan petugas BNN karena terlibat dalam transaksi narkoba di kawasan Jakarta Barat, Jumat, 8 Mei 2015. Kini, keduanya harus berhadapan dengan hukum dengan ancaman pidana yang berat.

Di tempat kejadian perkara, petugas BNN menyita 3 kardus berisi 30 DVD player yang didalamnya terdapat sabu. Dari total keseluruhan DVD player yang disita, petugas BNN menyita sabu seberat 12.290 gram. Kuat dugaan, barang tersebut diselundupkan dari Tiongkok melalui paket kiriman.

Berdasarkan pengakuan SA, aksi yang ia lakukan atas perintah seorang pria Nigeria berinisial K yang kini masih dalam pengejaran anggota BNN. Kepada petugas, SA sudah berteman dengan K selama satu tahun lebih. SA mengenal K pertama kali saat sedang nongkrong di sebuah bar di Jalan Jaksa, Jakarta.

Pertemanan yang mereka jalin semakin dekat sehingga akhirnya SA dijadikan kurir narkoba. Selama berteman dengan pria Nigeria tersebut, SA mengaku sudah dua kali mendapatkan tugas menerima barang.

Pertama, pada beberapa bulan lalu, SA mengaku pernah mendapatkan tugas untuk menyimpan sebuah mesin gerinda di kostnya. Satu hari berselang, mesin itu diambil dan dipindahtangankan kepada kurir lainnya. Upah yang diterima dari pekerjaan pertama sebesar Rp 20 Juta.

Sedangkan tugas kedua, ia kembali diminta untuk menerima kardus berisi DVD player pada 8 Mei 2015 lalu dari seorang kurir berinisial AN di kawasan Hayam Wuruk Jakarta Barat. Rencananya, puluhan kardus DVD player itu akan dibawa ke kost SA di kawasan Palmerah dengan menggunakan bajaj. Namun, tak berselang lama setelah transaksi dilakukan, kedua perempuan tersebut dicokok petugas BNN untuk dibawa selanjutnya ke kantor BNN untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, dari keterangan AN, dirinya diperintahkan oleh seorang pria Nigeria berinisial J yang sampai saat ini juga masih dilakukan pengejaran oleh petugas BNN. AN mengaku baru pertama kali melakoni karirnya sebagai kurir narkoba. Ia nekat melakukan pekerjaan ini karena iming-iming uang sebesar Rp 10 juta.

Ancaman Hukuman

Tsk SA diancam dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35/2009, sedangkan Tsk AN dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Subsider 131 UU No.35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

April 24, 2015

Cara Meningkatkan Hormon Dopamin

Kopi hitam rasanya tetap pahit
Otak Anda melepas hormon dopamin secara alami untuk membuat Anda nyaman dan senang. Aliran dopamin itu merupakan respon terhadap aktivitas menyenangkan seperti makan atau aktivitas seksual. Di sisi lain, kalau kekurangan dopamin, Anda merasa lesu, depresi, dan tidak tertarik untuk hidup. Berikut beberapa metode meningkatkan kadar dopamin ketika Anda merasa redup.

1. Melalui Makanan

Pertama: Melalui makanan yang kaya tirosin. Untuk memproduksi dopamin, tubuh Anda butuh tirosin. Usai sejumlah sintesis dan proses teknis lainnya, dopamin diubah jadi "energi bahagia". Almond, alpukat, pisang, olahan susu rendah lemak, daging, dan unggas, kacang lima, wijen, dan biji labu bisa membantu tubuh Anda memproduksi lebih banyak dopamin.

Fenilalanin berfungsi sama seperti tirosin. Asam amino yang satu ini terkandung dalam produk kedelai seperti tofu, ikan, olahan susu, dan daging. Tapi, banyak olahan susu dan daging yang juga berlimpah kalori dan lemak. Awasi asupan kalori Anda saat memilih menu yang kaya dopamin ini.

Kedua: Melalui tambah asupan antioksidan. Dopamin mudah teroksidasi, sementara antioksidan mengurangi radikal bebas yang merusak sel-sel otak penghasil dopamin. Banyak buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan, antara lain:

  • Beta-karotin dan karotinoid: sayuran dan buah-buahan berwarna hijau dan oranye, asparagus, brokoli, lobak merah
  • Vitamin C: merica, jeruk, stroberi, kembang kol, kubis Brussels
  • Vitamin E: kacang-kacangan dan biji bunga matahari, sayur-sayuran hijau, brokoli, wortel.
Ketiga: Hindari makanan yang menghambat fungsi otak. Antara lain makanan kalengan, tepung putih olahan, kolesterol, kafein, dan lemak jenuh. Ketika Anda kecanduan sesuatu (termasuk kopi!), reseptor dopamin butuh lebih banyak dan lebih banyak lagi untuk terpicu. Junk food juga bisa membuat Anda kecanduan!

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa terlalu banyak makan junk food membuat Anda pening? Ya. Makanan seperti itu menghambat produksi dopamin, membuat Anda merasa lemas dan tidak bisa menikmati momen-momen kehidupan. Pastikan menu makanan Anda kaya buah-buahan, sayuran, olahan susu rendah lemak, dan daging. Ini cara paling efektif menjaga kesehatan mental.

2. Melalui Gaya Hidup

Pertama: Lakukan olahraga teratur. Olahraga meningkatkan kalsium darah, yang merangsang produksi dopamin dan penyerapannya di otak. Cobalah 30 hingga 60 menit jalan kaki, berenang, atau lari untuk meningkatkan kadar dopamin Anda.

Olahraga juga meningkatkan endorfin. Tertawa atau meregangkan tubuh bisa mempercepat produksi endorfin, yang efeknya mirip dengan dopamin. Tapi, kadar endorfin terlalu tinggi juga berbahaya; hormon yang satu ini termasuk penghambat rasa sakit.
Kedua: Tidurlah yang cukup. Salah satu cara terbaik untuk menjadi energik dan siap menghadapi hari adalah tidur. Dopamin terkait erat dengan siaga. Agar Anda selalu siaga, tidurlah 7 hingga 8 jam tiap malam.

Atau jangan tidur sama sekali. Kalau Anda ingin dopamin meningkat tapi tidak butuh merasa senang, kadar dopamin naik seiring kurangnya tidur. Anda akan merasa lelah, pening, dan lekas marah, tapi dopamin dijamin melonjak.

Ketiga: Capai target baru. Dopamin adalah kesenangan belaka. Zat kimia di otak yang hedonis, pastinya. Untungnya, yang perlu Anda lakukan hanyalah melatih otak. Makan donat ataupun memperoleh gelar doktoral, mencapai sebuah target akan mengaktifkan pusat kesenangan di otak Anda.

Target yang tercapai itu tidak harus berskala besar. Mulailah menetapkan aktivitas harian yang kecil-kecil sebagai target. Sanggupkah Anda melewati tadi pagi tanpa membuka Facebook sama sekali? FANTASTIS! Anda berhak mendapat hadiah karena tujuan telah tercapai!

3: Suplemen, Obat, dan Lain-Lain
Satu: Konsumsi suplemen. Beberapa dokter menyarankan suplemen vitamin B6 dan L-Fenilananin untuk meningkatkan dopamin dalam otak. Anda bisa membelinya di apotek terdekat. Fenetilamin, bahan yang terkandung dalam cokelat, juga menawarkan efek serupa. Lebih dari itu, Fenetilamin menyediakan manfaat terapeutik terkait penurunan berat badan. Anda bisa memesannya di internet. Tapi konsultasikan dulu dengan dokter Anda.

Kedua: Konsumsi obat penambah dopamin. Tergantung gejala yang muncul, dokter Anda bisa meresepkan obat-obatan yang meningkatkan kadar dopamin. Dia pasti tahu kelebihan dan kekurangan tiap obat serta memandu Anda dengan benar.

ADHD: Kalau Anda sulit memusatkan atensi ke tugas-tugas dan mengalami hiperaktivitas, dokter bisa meresepkan psikostimulan seperti Ritalin untuk merangsang produksi dopamin di otak Anda.

Depresi: Kadar dopamin yang terlalu rendah kadang berkaitan dengan depresi. Tanyakan pada dokter soal perlunya mengonsumsi antidepresan kalau metode-metode alami gagal meredakan gejala energi rendah yang Anda alami.

Penyakit Parkinson: Para pengidap penyakit Parkinson kerap mengalami gerakan tubuh yang tidak terkendali. Peningkat dopamin bernama levodopa biasanya diresepkan untuk mereka.

Ketiga: Pertimbangkan solusi lebih drastis. Kalau Anda hanya ingin mencerahkan hari atau menambah sedikit energi, alternatif ini kurang tepat bagi Anda. Tapi, sekadar informasi, ada sejumlah strategi lebih serius yang bisa Anda pilih untuk meningkatkan kadar dopamin. Tentunya, semua strategi itu hanya boleh dilakukan kalau Anda berada dalam pengawasan psikolog atau psikiater.

Strategi tertentu seperti ECT (electro-convulsive therapy, yang dulu dianggap kurang aman, namun kini mulai populer lagi) terbukti efektif meningkatkan kadar dopamin. Kalau obat-obatan kurang manjur bagi Anda, cara-cara lain bisa Anda coba. Konsultasikan dulu dengan dokter Anda. [sumber: id.wikihow]

October 27, 2014

Google Rayakan 100 Tahun Dokter Jonas Salk



Sosok yang tampil di Google Doodle hari adalah Jonas Salk, seorang peneliti medis yang mengembangkan vaksin polio yang aman digunakan oleh anak-anak. Karena karyanya yang luar biasa, ia dijuluki bapak penyelamat anak-anak dari serangan virus polio yang mematikan. Karena virus ini telah membunuh anak-anak lebih dari penyakit menular lainnya. 

Sejarah Virus Polio

Poliomyelitis berasal dari kata Yunani, polio berarti abu-abu, yang myelon yang bersifat saraf perifer, sering juga disebut paralis infatil. Poliomielitis atau sering disebut polio.
Sekola Dasar Jonas Salk/Image: www.newson6.com

Sejarah penyakit ini diketahui dengan ditemukannya gambaran seorang anak yang berjalan dengan tongkat dimana sebalah kiri mengecil pada lukisan artefak Mesir Kuno tahun 1403-1365 sebelum masehi.

Virus polio ini pada awal mulanya ditemukan oleh Heine Medin pada tahun 1840. Virus polio, termasuk dalam familia Picornaviridae dan merupakan penyebab penyakit poliomielitis. 


Penyakit polio menjadi terus meningkat dan rata-rata orang yang menderita penyakit polio meninggal, sehingga jumlah kematian meningkat akibat penyakit ini. Penyakit polio menyebar luas di Amerika Serikat tahun 1952, dengan penderita 20,000 orang yang terkena penyakit ini (Miller, N.Z, 2004).

Vaksin polio pertama kali dikembangkan oleh Jonas Salk pada tahun 1955 dan Albert Sabin pada tahun 1962. Sejak saat itu, jumlah kasus polio menurun tajam. Saat ini upaya imunisasi di banyak negara dibantu oleh Rotary International UNICEF dan WHO untuk mempercepat eradikasi global polio. 


Virus ini merupakan salah satu penyakit yang banyak berjangkit di hampir semua negara di dunia, terutama di negara-negara berkembang. Di Indonesia sendiri penyakit ini mewabah terakhir kali di Medan, Sumatera Utara pada tahun 1957. 


 Image: http://explorepahistory.com/
Siapa Jonas Salk?

Jonas Salk ialah seorang Dokter peneliti medis dan virolog berkebangsaan Amerika Serikat. Jonas Salk dikenal melalui penemuan dan pengembangan vaksin polio pertama yang aman dan efektif.

Jonas lahir di kota New York, 28 Oktober 1914, 100 tahun yang lalu. Orang tuanya adalah imigran asal Yahudi Rusia. Meskipun mereka tidak begitu terdidik secara formal, namun mereka ingin melihat putera-puteri mereka sukses.

Ketika menempuh sekolah medis di Universitas New York, Jonas keluar dari perkumpulan kawan sebayanya bukan hanya karena keunggulan akademisnya, tetapi lebih kepada keinginannya untuk melakukan penelitian medis, dan bukan untuk menjadi seorang dokter praktik.


Hingga 1955, ketika vaksin Salk diperkenalkan, polio dipandang sebagai masalah kesehatan masyarakat yang paling menakutkan di Amerika Serikat setelah perang. Wabah tahunan selalu saja memburuk dan korbannya adalah anak-anak.


Pada tahun 1952, dilaporkan bahwa polio menjadi penyakit yang cukup membunuh dibandingkan dengan penyakit menular lainnya, dengan lebih dari 300.000 kasus dan 58.000 kematian, sebagian besar anak-anak.


Pengujian-pengujian lapangan yang dilakukan Jonas Salk melibatkan 20.000 dokter praktis dan petugas kesehatan masyarakat, 64.000 pegawai sekolah, dan 220.000 sukarelawan.


Dia kemudian menunjukkan rasa cinta kasihnya kepada masyarakat dengan menolak untuk mematenkan vaksin semata-mata demi keuntungan pribadinya, sebab dia berharap untuk melihat vaksin ini dapat diperbanyak secepat, seluas, dan sebanyak mungkin dan proses pematenan hanyalah akan menunda percepatan ini.


Ketika ditanyakan tentang siapa yang memiliki paten ini, Salk menjawab: “Tidak ada paten. Dapatkah kalian mematenkan matahari?” Seperti ditulis, sidomi.com


Pada 1963, dia mendirikan Institut Salk untuk Pengkajian Biologi di La Jolla, yang kini menjadi pusat penelitian medis dan sains. Dia senantiasa melakukan penelitian dan menerbitkan buku, termasuk di antaranya Man Unfolding (1972), The Survival of the Wisest (1973), World Population and Human Values: A New Reality (1981), dan Anatomy of Reality (1983).


Tahun-tahun terakhir Dr. Salk dihabiskan untuk upaya pencarian vaksin yang mampu menangkal HIV. Jonas Salk meninggal tanggal 23 Juni 1995 pada umur 80 tahun.

October 23, 2014

Apa itu HIV dan AIDS..?

Apa itu HIV?
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia. 

Apa itu AIDS?
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). AIDS disebabkan oleh menurunnya system kekebalan tubuh yang disebabkan virus HIV dengan cara menyerang sel darah putih yang disebut sel CD4. Sel inilah yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia.

Apakah CD4 itu ? 
CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol)

Dimanakah virus HIV ini berada?
HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain.

Bagaimana virus HIV bisa menimbulkan rusaknya sistem kekebalan manusia ? 
Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.

Apa gejala-gejala orang yang terinfeksi HIV menjadi AIDS?
Gejala orang terinfeksi HIV, bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):

Gejala Mayor (Umun):
  • Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
  • Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
  • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
  • Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis
  • Demensia/ HIV ensefalopati
Gejala Minor (Khusus):
  • Batuk menetap lebih dari 1 bulan
  • Dermatitis generalisata
  • Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang
  • Kandidias orofaringeal
  • Herpes simpleks kronis progresif
  • Limfadenopati generalisata
  • Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
  • Retinitis virus sitomegalo
Bagaimana HIV menjadi AIDS?
Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:

Tahap pertama: Periode Jendela
  • HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
  • Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
  • Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
  • Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan
Tahap kedua: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun :
  • HIV berkembang biak dalam tubuh
  • Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
  • Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
  • Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)
Tahap ketiga: HIV Positif (muncul gejala)
  • Sistem kekebalan tubuh semakin turun
  • Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
  • Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya
Tahap Keempat: AIDS
  • Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
  • berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah
Source: aids-ina.org/dbs
Images: aidssaintjohn.com

July 20, 2013

Fakta Mengejutkan, Berhenti Merokok..!

Pelajari apa yang terjadi pada tubuh Anda setelah sejam, sehari, sebulan, setahun bahkan sepuluh tahun setelah Anda menghentikan kebiasaan merokok. Fakta ini mungkin dapat mengejutkan Anda. Anda pasti tahu seberapa buruk kebiasaan merokok bagi kesehatan Anda. Dan waktu terbaik untuk berhenti? adalah Detik ini juga..!

Jika dalam detik ini Anda berhenti merokok? Hanya dalam waktu 20 menit Anda akan mulai merasakan manfaat dari tidak merokok, dan dalam waktu cukup singkat, Anda telah menurunkan resiko penyakit jantung, stroke, serangan jantung, kanker paru-paru, dan kondisi berbahaya lainnya.


Penasaran berapa lama nikotin akan bertahan di tubuh Anda? Gejala apa yang akan Anda alami saat Anda berusaha berhenti merokok? Ingin tahu penyakit apa saja yang disebabkan dengan merokok? Berapa hari bebas tembakau yang akan membuat tubuh Anda memulihkan diri dan tidak lagi berada pada resiko bahaya rokok? 


Berikut ini adalah timeline apa yang akan terjadi pada tubuh Anda saat Anda berhenti merokok.

  • 20 menit setelah Anda berhenti merokok. Pengaruh akibat Anda berhenti merokok akan segera diatur oleh tubuh Anda. Kurang dari 20 menit setelah rokok terakhir Anda, detak jantung Anda akan mulai menurun kembali ke tingkat normal.
  • 2 jam setelah Anda berhenti merokok. Setelah dua jam tanpa rokok, denyut jantung dan tekanan darah akan mengalami penurunan mendekati tingkat yang sehat. Sirkulasi perifel Anda juga mungkin meningkat. Perhatikan ujung jari kaki dan tangan Anda – karena mungkin akan mulai terasa hangat. Gejala penghentian nikotin biasanya dimulai sekitar dua jam setelah Anda mengisap rokok terakhir Anda. Gejala awal biasanya cenderung bersifat emosional, termasuk: Sangat ingin merokok secara terus-menerus, merasa cemas, tegang atau frustrasi, mengantuk atau kesulitan tidur, nafsu makan meningkat.Untuk melawan gejala-gejala ini, cobalah untuk mengakuinya dengan rasionalisasi dan menuliskannya. Jangan menipu diri Anda dengan merokok lagi karena hal itu justru hanya akan membuat Anda jengkel.
  • 12 jam setelah Anda berhenti merokok. Karbon monoksida – yang dapat menjadi racun bagi tubuh pada tingkat tinggi – dilepaskan dari pembakaran tembakau dan dihirup sebagai bagian dari asap rokok. Karena karbon monoksida terikat baik dengan sel darah, kandungan tinggi dari zat ini dapat mencegah sel darah untuk mengikat oksigen, yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah jantung yang serius. Hanya dalam waktu 12 jam setelah berhenti merokok, karbon monoksida dalam tubuh Anda akan menurun ke tingkat normal, dan kadar oksigen dalam darah Anda akan meningkat sampai tingkat normal.
  • 24 jam setelah Anda berhenti merokok. Rata-rata serangan jantung di kalangan perokok 70%lebih tinggi daripada yang tidak merokok. Namun, percaya atau tidak, hanya sehari penuh setelah Anda berhenti merokok, resiko serangan jantgung Anda sudah mulai menurun. Meskipun Anda belum sepenuhnya bebas, namun Anda sudah berada di jalan yang benar.
  • 48 jam setelah Anda berhenti merokok. Merokok mungkin tidak mengancam nyawa, namun indra yang mati – terutama indra penciuman dan perasa – merupakan salah satu konsekuensi yang jelas dari rokok. Untungnya, setelah 48 jam tanpa rokok, ujung saraf Anda akan mulai tumbuh kembali, dan kemampuan Anda untuk mencium dan merasa akan meningkat. Hanya sedikit waktu lagi, Anda akan kembali menghargai hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan.
  • 72 jam setelah Anda berhenti merokok. Pada titik ini, nikotin akan benar-benar keluar dari tubuh Anda. Sayangnya, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan mencapai puncaknya di sekitar waktu ini. Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala fisik seperti sakit kepala, mual, atau kram di samping gejala emosional yang telah disebutkan sebelumnya. Untungnya, gejala fisik ini akan berlalu dengan cepat. Untuk melawan gejala mental, pertimbangkan untuk menghargai diri Anda yang tidak lagi merokok: gunakan uang yang biasanya Anda habiskan untuk membeli rokok dengan menghabiskan makan malam di restoran yang bagus.
  • 2 sampai 3 minggu setelah Anda berhenti merokok. Setelah beberapa minggu, Anda akan mulai benar-benar merasa berbeda. Anda pada akhirnya bisa berolahraga dan melakukan aktivitas fisik tanpa merasa kehabisan nafas dan sakit. Hal ini disebabkan sejumlah proses regeneratif yang mulai terjadi dalam tubuh Anda; sirkulasi tubuh Anda akan meningkat, dan fungsi paru-paru Anda juga akan meningkat secara signifikan. Setelah dua atau tiga minggu tanpa rokok, paru-paru Anda akan mulai terasa lega, dan Anda akan mulai bernafas dengan lebih mudah. Bagi kebanyakan perokok, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan hilang dua minggu setelah berhenti merokok.
  • 1 sampai 9 bulan setelah Anda berhenti merokok. Sekitar sebulan setelah Anda berhenti merokok, paru-paru Anda akan mulai beregenerasi. Di dalam paru-paru, silia – rambut halus – seperti organel yang mendorong lendir keluar – mulai memperbaiki diri dan kembali berfungsi dengan baik. Dengan silia yang kembali dapat berfungsi dengan baik, akan menolong mengurangi resiko Anda terkena infeksi. Dengan paru-paru yang berfungsi sebagaimana mestinya, batuk dan sesak nafas yang Anda alami akan terus menurun secara dramatis. Bahkan untuk para perokok berat, gejala yang timbul akibat berhenti merokok tidak akan lagi terasa beberapa bulan setelah berhenti dari merokok.
  • 1 tahun setelah Anda berhenti merokok. Menandai satu tahun berhentinya Anda dari kebiasaan merokok merupakan hal yang besar. Setelah setahun tanpa rokok, resiko Anda terkena serangan jantung akan menurun sampai 50% dibandingkan ketika Anda masih merokok. Cara lain untuk melihat pada kemajuan ini adalah seorang perokok dua kali lebih mungkin dibandingkan Anda untuk menderita semua jenis penyakit jantung.
  • 5 tahun setelah Anda berhenti merokok. Sejumlah zat dilepaskan dalam proses pembakaran tembakau – karbon monoksida merupakan salah satu di antaranya – akan menyebabkan pembuluh darah Anda menyempit, yang meningkatkan resiko Anda mengalami stroke. Setelah 5-15 tahun bebas dari rokok, resiko Anda untuk memgalami stroke sama dengan mereka yang bukan perokok.
  • 10 tahun setelah Anda berhenti merokok. Para perokok memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk daftar menakutkan dari penyakit kanker, dengan kanker paru-paru menjadi yang paling umum dan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90% kematian akibat penyakit paru-paru di seluruh dunia. Hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika Anda berhenti, resiko kematian akibat kanker paru-partu akan turun 50% dibandingkan mereka yang merokok. 10 tahun setelah Anda berhenti merokok, resiko Anda dari kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun.
  • 15 tahun setelah Anda berhenti merokok. 15 tahun tanpa merokok akan membawa resiko penyakt jantung kembali ke tingkat yang sama dengan mereka yang memang bukan perokok. Anda tidak akan lagi berada pada posisi yang lebih tinggi dari normal untuk berbagai kondisi seperti serangan jantung, penyakit koroner, arhitmia, angina, infeksi jantung maupun kondisi yang mempengaruhi irama detak jantung Anda.
Manfaat jangka panjang dari menghentikan kebiasaan merokok sangatlah fantastis. Menurut Asosiasi Jantung Amerika, mereka yang tidak merokok rata-rata hidup 14 tahun lebih lama dibandingkan para perokok. 

Berhenti hari ini, dan Anda akan memperpanjang rentang hidup Anda dan menghidupi tahun-tahun ekstra dengan sistem kardiovaskular yang dapat berfungsi, saat Anda aktif dan merasa luar biasa.


Apakah Anda siap berhenti? Berhenti memang tidak mudah, namun hal itu sangat layak untuk diperjuangkan, dan ada sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda berhenti hari ini. Apakah Anda siap untuk menikmati manfaat dari hidup bebas asap rokok? Semua terpulang pada diri Anda masing-masing....!


Disadur dari blog pengetahuan pintar

July 07, 2013

Eumpang Breuh Kampaye Anti Narkoba


Tokoh film komedi Aceh, Eumpang Breuh kalau dalam bahasa Indonesia artinya "Karung beras atau Goni Beras" mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk bersama-sama memerangi dan menjauhi narkoba, saat tampil pada acara Pagelaran Seni Budaya P4GN di Kampus Politeknik, Banda Aceh, Sabtu (6/07).

Kalaborasi tiga aktor utama film Umpang Breuh, Abdul Hadi (Joni Kapluk), Umar Perdana (Haji Uma), dan Sulaiman (Mando Gapi) membuat penonton terkesima meyimak pesan-pesan Anti Narkoba. Kegiatan pagelaran seni budaya P4GN yang dilaksanakan di lingkungan kampus Politeknik Aceh juga terbuka untuk umum.

Tampilnya tokoh fiml komidi Aceh sangat bermanfaat dalam rangka memotivasi masyarakat dan generasi muda, terutama mahasiswa agar mencintai kearifan lokal, budaya Aceh agar tidak mudah tergerus oleh perubahan zaman. 

Selain penampilan group lawak Empang Breuh, pada acara pagelaran seni budaya P4GN juga menampilkan kreatifitas mahasiswa anti narkoba kampus Politeknik, mereka membawakan lagu dan syair islami.

Acara pagelaran seni budaya P4GN dilaksanakan oleh Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh dan dihadiri oleh berbagai civitas akdemik, dosen dan karyawan, mahasiswa kampus Politeknik dan kalangan masyarakat. 

Kepala BNNP Aceh, Drs. H. Saidan Nafi, SH. M.Hum dalam sambutannya mengatakan, bahwa kampaye Anti Narkoba yang dikemas dalam bentuk hiburan seni budaya lokal diharapkan dapat tersampaikan kepada mahasiswa dan masyarakat secara efektif. Ia juga mengajak semua komponen bangsa untuk tidak henti-hentinya berjuang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Aceh.

Mari kita optimistis dan membangun sinergisme antara pemerintah dan segenap lapisan masyarakat dalam upaya pelaksanaan P4GN. Aceh harus menjadi lokomotif dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Harapan kita semoga grup lawak Umpang Breuh ini dalam membawa nilai-nilai kebudayaan luhur dan dapat menyisipkan pesan-pesan Anti Narkoba bagi kawula muda, mahasiswa dan penonton dalam setiap penampilannya, harap Saidan Nafi.

Writer, Sumadi Arsyah

July 03, 2013

Ganja Dapat Sembuhkan Penyakit Epilepsi atau Kejang-Kejang

Tanaman Ganja (Canabis)

Tanaman Ganja, selain bermanfaat untuk penambah nafsu makan bagi penderita kanker. Baru-baru ini ganja juga diklaim dapat menyembuhkan penyakit epilepsi. Dalam kesehari-harian orang Indonesia, penyakit epilepsy dikenal dengan penyakit ayan atau kejang-kejang.

Penyakit epilepsi merupakan sebuah gangguan yang terjadi di system saraf otak manusia yang disebabkan adanya aktifitas kelompok sel neuron yang terlalu berlebihan hingga akhirnya terjadi berbagai reaksi pada diri orang yang menderita. (Baca: epilepsy)

Kembali kepada ganja dapat menyembuhkan penyakit epilepsy atau kejang-kejang. Seperti dikutip dari Telegraph, para ilmuwan dari Inggris telah membuktikan bahwa tanaman ini bisa mengobati penyakit epilepsi dan saat ini para ilmuan sedang menyiapkan uji klinis pada manusia.

Dr Ben Whalley, peneliti obat-obatan dari University of Reading baru-baru ini membuktikan beberapa senyawa dalam tanaman ganja efektif meredakan lecutan-lecutan elektrik yang terjadi di otak. Lecutan-lecutan itu merupakan pemicu kejang pada penderita epilepsi.

Senyawa yang dimaksud di antaramnya adalah cannabidiol, salah satu kandungan ganja yang membuat pemakainya bisa mabuk. Dalam mengobati epilepsi, cannabidiol dibantu oleh senyawa lain dalam tanaman ganja yang namanya masih cukup asing yakni GWP42006.

Uji praklinis pada binatang telah menunjukkan, kedua senyawa sangat efektif dan aman untuk meredakan lecutan-lecutan listrik pemicu kejang. Untuk mengetahui dosis terapi yang sesuai untuk manusia, dalam waktu dekat Dr Whalley dan timnya akan melakukan uji klinis.

Apabila berhasil, maka hasil penelitian ini akan sedikit mengubah citra ganja yang selama ini buruk. Dari yang semula identik dengan kriminal dan penyalahgunaan menjadi tanaman yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu farmasi dan kedokteran.

“Dahulu pada era 60-an dan 70-an ganja identik sekali dengan penyalahgunaan sehingga jarang dilihat potensinya bagi keperluan medis,” ungkap Dr Whelley.

Manfaat ganja dalam bidang medis sebenarnya sudah banyak diteliti dalam beberapa dekade terakhir. Sebagian di antaranya juga membuktikan bahwa tanaman tersebut berkhasiat sebagai obat, antara lain mengatasi nyeri pada penderita Multiple Schlerosis maupun penyakit kanker. Ganja Dapat Sembuhkan Penyakit Epilepsi atau Kejang-Kejang

Sejarah Ganja

Ilustrasi | Pemusnahan Ladang Ganja | IndoDrugs Image
Referensi mengenai tanaman ganja (cannabis) tercatat dalam naskah Cina sejak awal 2700 SM. Penjelajah Eropa pertama kali memperkenalkan ganja ke dunia pada tahun 1545. Tanaman ini dianggap sangat bermanfaat oleh pemerintah kolonial Jamestown awal tahun 1607 dan mulai dibudidayakan. Di Virginia, petani didenda karena tidak mau menanam ganja. 

Pada tahun 1617 ganja mulai diperkenalkan ke Inggris. Dari abad ketujuh belas hingga ke pertengahan abad kedua puluh ganja dianggap sebagai obat rumah tangga yang berguna untuk mengobati penyakit seperti sakit kepala, kram menstruasi, dan sakit gigi. Dari tahun 1913-1938 jenis ganja yang lebih kuat dibudidayakan oleh perusahaan-perusahaan obat Amerika untuk digunakan dalam produk obat mereka. Ganja jenis itu disebut Cannabis americana.


Sebelum tahun 1910, perdagangan ganja dan hasish (bagian yang dihasilkan dari bunga) cukup terbatas. Namun, setelah Revolusi Meksiko, perdagangan obat-obatan lebih terbuka, ini mengakibatkan pertumbuhan dan pengangkutan obat-obatan menjadi lebih mudah dan lebih menguntungkan. Bisnis ini diperluas hingga mencapai pelabuhan New Orleans, di mana waktu itu ganja dijual di pasar gelap untuk penduduk lokal. Tak lama kemudian tren penggunaan ganja sebagai obat menjadi populer.


Ganja segera menjadi populer terutama pada turunan ganja yg kuat seperti: hasish, charas, ghanja, dan bhang. Para musisi mengatakan bahwa merokok ganja dapat memberikan mereka inspirasi yang dibutuhkan untuk memainkan musik mereka. Ada yang mengatakan bahwa ganja bisa memberi mereka visi kontemplatif dan perasaan kebebasan dan semangat yang luar biasa. Selain itu ganja juga di gunakan sebagai obat penghibur atau entertainment. Akhirnya penggunaan ganja, alkohol, dan obat-obatan yang lain menjadi lazim di kota-kota besar di seluruh dunia, seperti Chicago, New York, London, dan Paris.


Banyak entertainers dan musisi Jazz pada jaman itu yang menggunakan narkoba dan alkohol dan mereka sangat tergantung pada gangster (bandar narkoba) saat mereka manggung. Para gangster ini mampu memberikan berbagai obat dan alkohol untuk para pemain dan staf mereka secara gratis.


Di tahun 1920, sebagai hasil dari perubahan amandemen yang melarang penggunaan minuman beralkohol (Prohibition), penggunaan ganja sebagai obat psikoaktif mulai tumbuh. Bahkan setelah pencabutan larangan tersebut tahun 1933, ganja masih digunakan secara luas, seperti juga morfin, heroin, dan kokain. Pada tahun 1937, ke-46 negara bagian US melarang penggunaan ganja bersama dengan obat-obatan narkotika lainnya. Akan tetapi persepsi yang populer adalah ganja tidak adiktif seperti narkotika. 


Ganja diklasifikasikan sebagai obat yang mengubah suasana hati, persepsi, dan image, bukan sebagai obat narkotika. Ganja masih dianggap sebagai obat-obatan Schedule I, yang berarti ganja dianggap sebagai obat yang berbahaya tanpa ada penggunaan medis. Akhirnya setelah itu rancangan UU diusulkan untuk kembali mengklasifikasikan ganja sebagai obat Shedule II, yaitu sebagai obat berbahaya dengan penggunaan medis yang terbatas.


Pada tahun 1960-an ganja digunakan secara luas oleh generasi muda dari semua kelas sosial. Diperkirakan bahwa pada tahun 1994, 17 juta orang Amerika telah menggunakan ganja, dan sekitar 1,5 juta orang Amerika menghisap ganja secara teratur. 


Kehadiran strain ganja yang lebih kuat telah memperluas perdebatan antara penegak badan pengawas obat dan para pendukung dekriminalisasi ganja. Mereka berpendapat, ganja tidak dalam kelas yang sama seperti obat-obatan lain yang memang lebih adiktif. Pendapat yang lain menyatakan bahwa ganja adalah pintu gerbang “gateaway” untuk obat-obatan yang lebih keras dan karena itu hukum terhadap penggunaan dan distribusi harus tetap berlaku.


Sejak tahun 1976 undang-undang memungkinkan penggunaan ganja secara terbatas untuk keperluan medis (Medical Marijuana) yang telah diberlakukan di 35 negara bagian (pada tahun 2003 beberapa undang-undang tersebut telah berakhir atau secara khusus tidak diperpanjang oleh legislator negara bagian). Pada tahun 2002 ada upaya luas untuk dekriminalisasi pengguna ganja di Canada dan Britania Raya. 


Di Amerika Serikat, hampir semua level di tingkat negara bagian mereformasi hukum obat-obatan yang dianggap tidak efektif dengan melakukan over-riding pada hukum obat federal. Meskipun demikian, sejak 1996 delapan negara bagian telah memberlakukan berbagai upaya hukum yang secara efektif memungkinkan penggunaan medical marijuana yang terbatas dan terkendali. Akan tetapi di beberapa negara bagian tersebut, dokter dan pasien medical marijuana kemungkinan masih menghadapi tuntutan pidana federal.


Pada bulan Mei 1999, National Institutes of Health (NIH) mengeluarkan kebijakan yang menggambarkan perlunya penelitian lebih lanjut dalam penggunaan ganja untuk perawatan medis. NIH berpendapat bahwa penggunaan ganja untuk alasan medis harus melibatkan analisa mengenai manfaat penggunaan serta potensi risiko yang akan timbul.


Sejumlah inisiatif legalisasi ganja, mulai dari legalisasi untuk penggunaan pribadi terbatas sampai kemungkinkan para petani untuk menanam ganja yang menghasilkan non-psikoaktif ganja telah ditolak oleh para pemilih dalam beberapa tahun terakhir. 


Pada bulan November 2002, tiga proposal reformasi yang diusulkan di Nevada, South Dakota, dan Arizona dikalahkan oleh pemilih di negara-negara bagian tersebut. Para pendukung legalisasi ganja mengutip resolusi “tidak mengikat” di San Francisco dan Massachusetts yang mendorong pemerintah lokal dan legislator negara untuk mengembangkan strategi dekriminalisasi sebagai bukti kepentingan masyarakat dalam mereformasi hukum ganja. (Baca: Ganja menurut UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika) 


Para pendukung reformasi hukum ganja juga terus menegaskan bukti jajak pendapat yang menunjukkan sebagian besar masyarakat mendukung legalisasi ganja untuk keperluan medis. (cpt)


Sumber: indoganja.com

June 25, 2013

200 Juta Orang Meninggal Setiap Tahun, Akibat Penyalahgunaan Narkoba

Permasalahan penyalahgunaan narkoba telah menjadi perhatian dunia, perhatian tersebut dikarenakan adanya kecenderungan terjadi peningkatan jumlah pecandu, penyalah guna dan korban penyalah guna narkoba, Sedangkan di sisi lain, berkembang juga peredaran narkoba yang dikendalikan oleh jaringan sindikat narkoba yang cukup besar dan tersebar di seluruh dunia.

Dalam release BNN tanggal 24 Juni 2013 menyebutkan memperingati Hari Anti Narkkoba Internasional, tahun 2013 dengan tema; “Global Action for Healthy Communities Without Drugs” 
Menurut “world drug report tahun 2012” yang diterbitkan oleh UNODC, organisasi dunia yang menangani masalah narkoba dan kriminal, diperkirakan terdapat 300 juta orang yang berusia produktif, antara 15 sampai 64 tahun yang mengonsumsi narkoba, dan kurang lebih 200 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya, akibat penyalahgunaan narkoba.

Saat ini di dunia juga telah teridentifikasi narkoba jenis baru, baik alami maupun sintetis yang disebut dengan zat psikoaktif baru atau new psychoactive substances, yang jumlahnya mencapai 251 macam zat, zat baru ini belum terjangkau oleh aturan hukum yang berlaku di setiap negara.

Di Indonesia juga dihadapkan pada permasalahan narkoba yang cukup memprihatinkan, hasil survei nasional terhadap penyalahgunaan narkoba pada tahun 2011, diperkirakan prevalensi pengguna narkoba, sebesar 2,2%, atau dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa terdapat 4 juta penduduk Indonesia sebagai penyalah guna narkoba.
Dalam Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011, dimana substansinya mendorong seluruh kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, gubernur, bupati, walikota, dan dunia usaha serta masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan, rehabilitasi pecandu narkotika dan membantu pemberantasan produsen serta peredaran gelap narkoba, diperoleh gambaran bahwa upaya tersebut sudah berjalan namun harus ditingkatkan.
Depenalisasi dan dekriminalisasi terhadap penyalah guna narkoba sebagaimana diatur di dalam undang–undang narkotika nomor 35 tahun 2009, yang merupakan kerangka untuk menurunkan prevalensi penyalah guna narkoba secara sukarela maupun dipaksa oleh undang–undang, belum berjalan secara maksimal, dikarenakan dibutuhkan paradigma baru, bahwa penyalah guna narkoba harus direhabilitasi.
Upaya pengungkapan terhadap produsen dan jaringan peredaran gelap narkoba telah dilakukan secara massif. Jumlah tersangka dan jumlah barang bukti yang disita cukup besar, tetapi masih relatif sedikit dibandingkan yang beredar, karena kebutuhan konsumen narkoba sudah terlanjur cukup besar.
Pada puncak HANI 2013 yang dilaksanakan di Istana Negara, Presiden Republik Indonesia bersama Kepala BNN juga memberikan penghargaan kepada 3 (tiga) yayasan yang concern terhadap pemulihan (rehabilitasi) korban penyalahgunaan narkoba, yaitu yayasan Bani Syifa Bendung Baru Pamarayan Banten, Yayasan Penuai Indonesia Cianjur, dan Yayasan Pondok Rehabilitasi Tetirah Dzikir Yogyakarta. 

Writer: Sumadi Arsyah